Secret of Backlink from Blog Directory

The bloggers who are part of money online business which has the achievement for making money online, they need to know about lot of thing to reach his or her targets. Most of blogger used their basic knowledge to make money online. That basic knowledge is posting, posting and posting………

 

As we know that the search engine optimization ( SEO ) is very important issue in increasing our blog or site popularity from traffic side. But I am really sure that most of blogger especially beginner don’t want to hire SEO company or service specialist for increasing their traffic because they ( SEO company ) put high price for their service or the blogger himself not have enough money…..

 

You ( blogger beginner ) not need to worry about how to improve your SEO skill. Lot of blog or site will give you that skill for free today. The only thing you need to do is searching them in the biggest search engine like Google, Yahoo, MSN and etc. You only need to maintain your internet cost and time….

 

Oke…. I am on my learning about SEO for Pagerank now. When we talk about Pagerank mean we are talking about link which is a basic measurement for Pagerank. Link is dividing into two parts, there are Backlink and Crosslink. Both of these links has their own usage and specific influence in increasing Pagerank.

 

Crosslink is very useful for sharing your Pagerank from one article to the other inside your blog or site and has his own tricks for SEO purposes. ( see ‘Increasing Pagerank with crosslink” for more detail ). Crosslink is also very easy to maintain.

 

Backlink is very useful for absorbing the other blog or site Pagerank for your blog or site, and has biggest important part here. Lot of tips and tricks can be used to get Backlink. ( see “Get Backlink with Your Own Control” for one of them ). Well…. This part is what I want to tell you …..

 

Lot of Backlink means high Pagerank ( if it’s possible, try to get quality one ). The link from the blog or site which has good Pagerank called quality Backlink, and quality Backlink is more useful than the number itself.

 

The easiest way is by leaving your comment in other blog comment field (without nofollow tag). But this method take lot of your time in checking the nofollow tag in the other blog before you leaves your comment, otherwise your effort with this tricks will be useless because lot of blog or site use nofollow tag in the comment field now.

 

One of the top tricks to increase the Backlink is using the blog directory or blog aggregator. In this method, the Crosslink will be a Backlink for your blog. Why it does can be like that?

 

Well…. For example, you write the article for your blog and putting the link to another article inside your own blog ( this link is your crosslink for your blog ). Then the blog aggregator bot will collect your article and putting into the blog aggregator article list or you can ping them. When the search engine spider crawl that blog aggregator, your crosslink ( before ) will be red as Backlink by the spider.

 

Normally, the blog aggregator will only show your first and second paragraph in their list ( it’s depend on the setting ), So…. Don’t miss this opportunity. Put some crosslink inside your article first and second paragraph with nice anchor word if you want to get Backlink and raise your search engine position for some keyword.

 

Remember; don’t ever try to put more than 3 Link inside one paragraph. This is very dangerous and risky for your Pagerank.

 

If you find this post is useful, feel free to subscribe for next guides and tricks. Keep in touch and success for you …….

JCSC

<p><a href="http://feeds.feedburner.com/~a/andilancok?a=sspmTq"><img src="http://feeds.feedburner.com/~a/andilancok?i=sspmTq" border="0"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/andilancok/~4/291119094" height="1" width="1"/>

Utopia

Nasib rakyat Aceh saban tahun terkatung-katung. Mayoritas seperti kehilangan induk semangnya. Pencerahan baru terlihat ketika Pilkada 2006 lalu, rakyat serentak memberi kepercayaan kepada pasangan Irwandi-Nazar untuk berkuasa. Berjuta harapan digantungkan kepada pasangan yang naik melalui jalur independen ini.


Tapi, berangsur-angsur, ekspektasi rakyat terhadap pasangan ini berkurang. Popularitas yang sempat melejit pascamenang, mulai terkikis, dan muncul kekhawatiran: jangan-jangan pemimpin dari barisan perjuangan ini sedang membawa rakyat ke jurang kemiskinan.

Keduanya seperti paham, bahwa rakyat tak cukup hanya makan janji-janji manis. Rakyat butuh hasil nyata. Rakyat tidak akan menjadi kenyang oleh tawaran utopia demi utopia. Rakyat butuh bukti. Karena, ketika rakyat memilih kedua pasangan ini, rakyat terhipnotis oleh pesan kampanye: tapuwoe keulayi maruwah bansa nyang dilee meugah ban sigom donya.

Tersadar, bahwa di pundak keduanya rakyat sedang menggantung harapan, pemerintah Irwandi-Nazar meluncurkan program kredit Peumakmu Nanggroe. Melalui program ini, keduanya bertekad mewujudkan kesejahteraan rakyat. Tapi, seiring perjalanan waktu, program tersebut menjadi tidak jelas, karena toh, belum muncul juga kesejahteraan seperti diharapkan. Malah, di sana-sini mulai muncul kekecewaan, sebab tidak semua rakyat kecil memiliki akses mendapatkan program kredit tersebut.

Belum lagi masalah itu terpecahkan, pemerintah plus DPRA kembali melakukan hal tidak populis: memperlambat APBA yang menjadi hajat hidup orang banyak. Rakyat Aceh hanya mendengar saja bahwa banyak uang sedang berkeliaran di Aceh, tapi tak sedikitpun bisa dinikmati. Padahal, dengan pengesahan APBA, banyak hal bisa dilakukan, minimal program kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi publik.

Jika pun dalam bulan ini APBA disahkan, toh diyakini tak semua anggaran terserap karena sempitnya waktu. Diyakini, banyak uang yang harus dikembalikan lagi ke Pusat. Akhirnya, uang yang banyak itu, konon sampai 8 triliun hanya menjadi perbincangan saja. Lalu, ketika kondisi ini muncul, bisakah pemerintah dan DPRA mengklaim sudah bekerja maksimal, atau minimal pemerintahan mereka sukses? Padahal, perdebatan tentang RAPBA masih terus berjalan, karena masing-masing pihak (eksekutif dan legislatif ) memperjuangkan kepentingan pribadi dan kelompok.

Kondisi ini persis seperti disampaikan Brian Tracy, seorang pakar motivasi: Orang yang sukses selalu mencari kesempatan untuk menolong orang lain, sedangkan seorang pecundang akan selalu berkata, "Apakah itu untuk saya?" Entahlah.(HA 160508)

The Death of Wong Cilik (Jika BBM Naik)

...galang rambu anarki ingatlah
tangisan pertamamu ditandai
bbm membumbung tinggi

maafkan kedua orangtuamu
kalau tak mampu beli susu
bbm naik tinggi
susu tak terbeli
orang pintar tarik subsidi
mungkin bayi kurang gizi..."

(Iwan Fals, Galang Rambu Anarki, Album Opini, 1982)

Main site www.ferdiansyah.com

Aneh

Taufik Al Mubarak

Aneh! Itulah kalimat yang mampu keluar dari mulut saya, ketika mendengar sebuah cerita dari seorang teman. Teman saya itu kerja di lembaga yang Gabthat (maaf, ini bukan merujuk pada nama sebuah partai lokal). Lembaga Gabthat itu namanya BRR. Pasti semua orang sudah tahu kalau disebut BRR, lembaga yang tak pernah lepas dari masalah.


Ceritanya gini, setiap pulang kampung, dia selalu menukar ulang recehan 5 ribuan. Setiap ketemu anak yatim, dia kasih sumbangan, masing-masing Rp5 ribu. Tindakan ini selalu dia lakukan setiap pulang kampung.

Tapi, kabar tak sedap muncul: “kiban han dijok, jih kon le peng. Di kerja bak NGO kon le peng,” (bagaimana gak dikasih, dia kan banyak duit. Dia kerja di sebuah NGO, jadi banyak duit) ujar orang di kampungnya. Kabar itu sampai ke telinganya. Besok-besoknya, setiap pulang kampung, dia tidak lagi memberi sumbangan, kecuali untuk saudara dekatnya.

Tindakan ini juga memunculkan pergunjingan dari orang-orang di kampungnya. “Jih peng le, tapi handitem bantu aneuk yatim, hantom dibantu keu meunasah, rugoe na awak gampong kerja dengan gaji le,” (Dia banyak duit, tapi tidak mau membantu anak yatim, tidak pernah membantu surau. Rugi punya orang kampung yang kerja dengan gaji banyak) umpat orang kampungnya. Kabar ini, juga sampai ke telinga dia. Dia pun jadi tak enak, dan menjadi malu pulang ke kampung.

Menurutnya, sudah tidak ada lagi hal yang bisa dilakukan. Dia memberi sumbangan salah, tidak memberi sumbang lebih salah. Orang kampungnya tidak pernah objektif memberi penilaian.

Cerita seperti ini, bisa saja banyak. Jika ada pekerja NGO yang memberi sumbangan untuk meunasah atau untuk tempat publik, ada saja yang mempergunjing: “Pasti peng nyan hase dari dipeungeut masyarakat.” (pasti duit itu dari hasil menipu masyarakat) Sementara jika si pekerja NGO tidak memberi sumbangan, langsung keluar ocehan: “Rugoe na gaji le, meu keu u Meunasah han dibantu, sang keuneuk eik Haji.” (Rugi aja dia punya gaji banyak, untuk Surau aja ga mau dibantu. Sepertinya mau naik haji)

Itu potret masyarakat kita yang sudah tak mampu lagi menerima perbuatan baik seseorang. Selalu ada saja celah untuk dipersalahkan. Entahlah, mungkin inilah pergeseran nilai masyarakat kita. Kita tak bisa membendungnya.(HA 100508)


Boros

Negara ini miskin, tapi boros. Banyak penggunaan anggaran yang tidak tepat. Alokasi anggaran juga terkesan mubazir. Padahal, banyak sektor yang perlu diperhatikan. Tapi malah itu yang dilupakan. Akibatnya, parade kemiskinan bisa ditemui di setiap sudut, saat, dan atau di mana saja.


Saya ingin memberi satu contoh saja, betapa Negara ini menganut paham boros. Bayangkan saja, setiap bulan Negara mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menggaji aparat yang tersebar di Polsek dan Koramil. Padahal, pascadamai, keberadaan Polsek dan Koramil sudah tidak relevan lagi. Mempertahankan mereka, sama saja menghambur-hamburkan uang di tempat yang tidak perlu.

“Tiep uroe (lebih-lebih pada malam hari) sabe dimu-en batee dan skak,” (setiap hari selalu main batu dan catur), begitu jawaban sejumlah masyarakat ketika saya tanyakan bagaimana kerja anggota Polsek dan Koramil sekarang.

Ada juga yang menjawab: “Rugoe mantong na ganto Polsek di Gampong, hana buet sapue le awaknyan, ladom syit gadoh jak bak rumoh aneuk dara gob.” (rugi saja ada kantor Polsek di Kampung, sebab tidak ada kerja apa-apa. Malah, ada yang asyik di rumah anak gadis orang).

Entah benar entah salah. Yang jelas, untuk membayar gaji mereka sudah membebani APBN. Jika misalnya, ada sepuluh ribu anggota Polsek dan Koramil seluruh Aceh, sudah berapa anggaran yang sudah tersedot? Apalagi, jika gaji mereka minimal Rp1,2 juta, berarti setiap bulannya Negara harus mengeluarkan anggaran Rp12 miliar. Jumlah itu diluar tunjangan, dan biaya lainnya.

Padahal, jika dana itu digunakan untuk sektor lain, akan lebih besar manfaatnya. Karenanya, pihak pengambil kebijakan, harus mendengar suara rakyat ini. Sebab, rakyat lah yang tahu, apakah sebuah badan atau institusi bermanfaat atau tidak.(HA 130508)

Listrik

“Sigo tilat tabayue rekening lestrek, langsong diancam koh talo,” (Sekali telat bayar rekening listrik, langsung diancam akan diputuskan kabel) ujar seorang warga, begitu lampu listrik di rumahnya mati. Nasi di rice cooker pun tak jadi masak. Untung saja, dia masih bisa menggunakan cara tradisional untuk memasak nasi.


Listrik memang sering bermasalah akhir-akhir ini. Kapan saja, tak kenal waktu, pihak PLN memadamkan listrik, tak lagi bergiliran. Malah, pemadaman sering dilakukan tanpa disertai pemberitahuan terlebih dulu. Akibatnya, masyarakat mencak-mencak, dan menuding PLN menipu mereka.

Ada yang bilang, PLN tak meniru motto bola lampu merek Philips: terang terus, terus terang. Malah, PLN lebih enjoy dengan semboyan sendiri: padam terus, terus padam. Meski masyarakat sudah membeli lampu Philips, tetap saja tak bisa memberikan cahaya, karena sumber energi masih milik PLN. Seberapa pun mahalnya bola Philips, kalau PLN mematikan listrik tetap saja mati.

“Pakon lei meunan awak PLN nyan? Munyo masalah bayue hantom pernah tuwo, tapi mate lampu hana pernah dipeduli le awak nyan?” (Kenapa sih orang PLN seperti itu? Kalau masalah setoran tak pernah lupa, tapi lampu mati mereka tak peduli) sambung warga yang lain. PLN katanya harus diberikan sanksi, sebab, kalau masyarakat diam saja, PLN merasa tak ada masalah. Padahal, masyarakat sudah sangat gerah dengan aksi pemadamam yang dilakukan PLN.

“Sigo-go payah ta demo ganto PLN nyan!” (sekali-kali harus didemo kantor PLN) usul seorang ibu. “Munyoe hana ta demo, sabe payah pajoh bu muntah tanyoe,” (Kalau tidak kita demo, kita harus makan nasi mentah) sambungnya. Ibu ini kecewa karena sudah terbiasa memasak nasi menggunakan rice cooker yang mengandalkan energi listrik.

“Pakon watee awak droeteuh duek keu ulee, lampu hana pre-pre mate,” (Kenapa ketika orang sendiri yang jadi pemimpin, lampu tak henti-hentinya mati) tanya warga yang lain. Dulu, katanya, listrik agak jarang mati, kalau mati pun kadang-kadang saja saat pejabat di PLN lagi sakit kepala atau sakit hati, sebab banyak warga telat membayar rekening listik. Tapi sekarang, kesadaran masyarakat membayar rekening listrik tinggi, kenapa listrik tetap padam? (HA 130508)

Absen

Pemerintah absen, saat masyarakat membutuhkan. Setahun lebih pemerintah baru berkuasa, tapi belum tampak perubahan yang berarti. Jalan-jalan masih banyak berlubang, lampu sering mati, dan infrastruktur yang dibutuhkan publik terbengkalai. Tak ada yang peduli.


Sejumlah warga di Gampong Kupula Geumuroh, Glumpang Tiga sampai menanam pohon di badan jalan, karena jalan yang menghubungkan desanya dengan desa lain tidak diaspal. Mereka merasa pemerintah absen saat mereka butuh. Masyarakat seperti dibiarkan berkutat dengan masalah, dan pemerintah tak perlu harus tahu.

“Pue kamoe harus sabe meudemo agar kamoe nyoe ditupue sebagoe rakyat ureung nyan sjit?” tanya beberapa warga di berbagai kesempatan. Mereka pantas bertanya seperti itu, karena keberadaan mereka seperti dianggap tidak ada.

Warga Lampeudue Baroh, misalnya, merasa pemerintah mengorbankan mereka. Lahan parkir RSU Sigli, yang sebelumnya dikelola oleh pemuda setempat, tapi kemudian dialihkan kepada pengelola lain. Alasannya, karena pemerintah ingin meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Kamoe pih sanggop bayue keu kas daerah munyoe memang keputusanjih lagee nyan?” protes warga Lampeudue tentang alasan pemerintah dan pihak RSU tidak memperpanjang lagi soal pengelola lahan parkir kepada warga Lampeudue.

Tak hanya itu, nasib beberapa korban tsunami juga dilupakan, seperti di Pasi Lhok, Kembang Tanjong. Selama ini, mereka mengaku sebagai korban tsunami, tapi tidak ada bantuan untuk mereka. Padahal, mereka butuh rumah. Banyak rumah, kata mereka, dibangun bukan untuk korban tsunami. Pemerintah diam saja.(HA 14/05/08)

Kriminal

Akhir-akhir ini banyak sekali muncul aksi kriminal, seperti perampokan, pembunuhan, penculikan dan atau korupsi (kalau korupsi boleh disebut juga sebagai aksi criminal). Motifnya macam-macam. Kebanyakan karena faktor ekonomi. Lalu, apakah pelaku kriminal memang dilahirkan khusus untuk menjadi kriminal? Atau memang, pada dasarnya mereka semua dilahirkan untuk menjadi baik tapi faktor keadaan membuat mereka jadi jahat?


Kalau pertanyaan ini diajukan kepada Erich Fromm, sang tokoh humanis kelahiran Frankfurt, Jerman akan langsung menjawab: “Banyak orang yang melakukan kejahatan karena mereka diperintahkan oleh orang lain yang memiliki kekuasaan.” Meskipun Erich percaya bahwa sangat sedikit manusia yang dilahirkan sebagai orang suci atau sebagai penjahat tulen.

Menurutnya, takdir menjadi baik atau jahat sangat ditentukan oleh pengaruh-pengaruh yang dibawa dari luar. Persoalan baik dan buruk itu hanya soal pengaturan: sesuatu disebut baik dengan alasan ini, ini, dan ini. Sementara sesuatu yang buruk, alasannya itu, itu, dan itu.

“Tidak ada yang baik ataupun buruk, tetapi pemikiran kitalah yang menjadikannya demikian,” demikian Shakespeare berkhutbah. Artinya, persoalan baik dan buruk itu hanyalah soal kesepakatan saja.
Kenapa banyak orang akhir-akhir cenderung menjadi kriminal? Apakah kondisi yang membuatnya demikian atau ada pengaruh-pengaruh lain, katakanlah seperti disebut oleh Erich Fromm?

Kita heran saja, orang semakin gampang membunuh, hanya karena ingin merampok satu sepeda motor; atau orang rela menculik, karena berharap ada uang tebusan ratusan juta rupiah. Ada juga aksi criminal yang lebih terhormat, seperti korupsi yang dilakukan oleh para pejabat. Mereka hanya mengutak-atik angka di ruang kerja yang mewah, tapi ribuan rakyat kemudian jadi korbannya.

Lalu, jika orang menjadi kriminal karena diperintah oleh kekuasaan, bagaimana kekuasaan melakukannya? Salah satunya, ya melalui korupsi. Banyak hak rakyat yang hilang karena korupsi, sebab kebanyakan anggaran yang dikorupsi diperuntukkan untuk rakyat. Cara lainnya, memperlambat pengesahan APBA. Akibatnya, hak rakyat setiap hari berjumlah milyaran rupiah tak dapat dinikmati. Lalu, karena dapur harus berasap, ada yang menempuh jalan pintas: merampok atau menculik. Dalam hal ini berarti pemerintah layak dipersalahkan.(HA 150508)


The Last Supper

reposted
Jika kita bisa kembali ke masa lalu, berada di Austria pada tahun 1907 dan bertemu dengan Adolf Hitler yang masih kecil, maukah kita membunuhnya?

Sekelompok mahasiswa pasca sarjana berpaham liberal setiap minggu mengundang orang untuk berdiskusi sambil makan malam. Pada suatu malam secara tidak sengaja mereka mendapat tamu seorang mantan prajurit yang berhaluan fasis. Diskusi dan perdebatan di meja makan berakhir dengan terbunuhnya mantan prajurit bernama Zack tersebut (Bill Paxton). Belakangan diketahui Zack adalah tersangka penculikan beberapa gadis. Insiden tersebut menimbulkan ide gila pada mereka bahwa mereka bisa mencegah kejadian-kejadian buruk dengan cara membunuh orang yang menyebabkan kejadian-kejadian buruk tersebut. Jude (Cameron Diaz) melontarkan pertanyaan, jika kita bisa kembali ke masa lalu dan punya kesempatan untuk membunuh Adolf Hitler selagi dia masih kecil, apakah kita mau membunuhnya? Kemungkinan untuk merubah sejarah dan untuk membuat dunia lebih baik inilah yang membuat mereka mulai mengundang tokoh-tokoh yang jalan pikirannya dinilai membahayakan. Mulai dari pendeta yang menyatakan bahwa homoseksualitas adalah penyakit dan AIDS merupakan penyembuhnya, tokoh yang antifeminisme, dan tokoh-tokoh lain yang terlalu kiri atau terlalu kanan, satu persatu diundang makan malam, berdiskusi, dan diberi racun arsenik yang dicampurkan dalam minuman anggur dalam botol biru. Kemudian mayat mereka ditanam di halaman belakang, dibuat bedeng dan di atasnya ditanami tomat yang ajaibnya tumbuh dengan sangat subur.

Aksi mereka mula-mula lancar, dalam diskusi-diskusi dengan calon korban di tengah makan malam yang lezat mereka selalu sepakat untuk dengan segera memberikan racun tersebut, kadang-kadang dengan melewatkan desert. Sampai suatu saat mereka mengundang tokoh oposan bermulut besar yang selalu muncul di televisi, Norman Artbuthnot (Ron Perlman), yang tentu saja bersilangan dengan jalan pikiran mereka yang moderat dan liberal. Pada saat berdiskusi dengan Arbuthnot inilah mereka menjadi terpecah dan bertengkar. Luke (Courtney B Vance) menyatakan bahwa Arbuthnot harus mati, sementara Jude dan temannya yang lain menyimpulkan bahwa Arbuthnot hanyalah orang biasa bermulut besar yang ingin ketenaran dan masuk tv.

Film ini diproduksi tahun 1995, sejenis komedi hitam seperti film Very Bad Things (Christian Slater, Cameron Diaz), tapi dengan isi yang lebih berbobot. Diskusi-diskusi di meja makan sangat panas, tegang dan bikin kita betah nonton. Jangan mengharapkan adegan laga di film ini, tapi dialog-dialog yang ada justru yang bikin kita tegang. Tomat-tomat yang tumbuh subur dan ranum di atas mayat-mayat menjadi bumbu yang pedas. "Saya belum pernah merasakan ada tomat seenak ini dimanapun.." demikian komentar Sheriff wanita yang mencicipi tomat tersebut langsung dari pohonnya tanpa menyadari bahwa mayat-mayatlah yang menjadi penyubur tanaman tersebut.

Ironi-ironi juga muncul. Kelompok mahasiswa pasca sarjana yang menjadi sentra di film ini menganggap mereka berpaham moderat dan liberal, bukankah liberal dan moderat juga berarti menghargai pendapat yang berbeda, seekstrim apapun pendapat tersebut.

Saya tidak ingat apakah film ini pernah muncul di bioskop Indonesia beberapa tahun yang lalu. Judulnya mengingatkan kita akan lukisan terkenal Leonardo Da Vinci yang berjudul sama. Film-film bergenre komedi hitam yang mengejek tatanan yang mapan dan penuh dengan adegan atau dialog intropeksi bagus juga ditambahkan pada koleksi. Yang saya ingat antara lain American Beauty, Suicide King, Very Bad Things dan lain-lain.

Main site : www.ferdiansyah.com

aulia87


Kehebohan yang lagi bikin ML (baca: Ma Luin), kini melanda bangsa tercinta ini. AAC yang sukses dengan jumlah penonton terbanyak 4 juta orang membuat produser film lain sepertinya memiliki “rasa iri” dalam persaingan pasar.

Berikut sinopsi singkat yang dikutip dari situs 21Cineplex; Wisnu, mahasiswa tampan sinematografi namun belum pernah pacaran, sedang menyelesaikan tugas akhir berupa film dokumenter tentang pergaulan bebas di kalangan mahasiswa. Tinggal serumah dengan Mario dan Askar yang penuh dengan kisah asmara yang bebas, menjadi bahan film dokumenter Wisnu. Lama-kelamaan Wisnu jengah dengan kehidupan sex bebas teman-temannya. Sementara Mario sangat khawatir dengan Wisnu yang dingin dengan wanita. Akhirnya, Mario dan Wisnu taruhan membuktikan kalau Wisnu tidak frigid. Dalam waktu satu bulan, Wisnu harus dapat pacar dan ML. Wisnu menerima tantangan itu dengan syarat Mario tidak ML dengan pacarnya Manda selama satu bulan. Banyak peristiwa tak terduga terjadi, termasuk kehamilan Manda. Benarkah Wisnu frigid? Akankah Mario mempertanggungjawabkan perbuatannya? Bagaimana pula kisah cinta Askar? Penuhi rasa penasaran dari kisah di atas dalam ML (Mau Lagi…?)”

Versi belum stabil (UPDATE KEMBALI setelah pesan-pesan Adbis).

khazanaharham


Ya, kita dapat menggunakan MS-Office2003 di Linux dengan bantuan Wine. Anda sebenarnya tidak perlu bersusah-payah melakukan ini karena dunia opensource memiliki OpenOffice yang mirip dengan produk Microsoft itu. OpenOffice dapat diinstal di hampir semua operation system: GNU/Linux, Solaris, Free BSD, dan bahkan di Mac dan Windows.

Namun, tidak salah juga mencoba menggunakan Wine untuk membantu pengguna baru Linux yang masih ingin menggunakan MS-Office2003 atau software lain yang khusus dibuat untuk Windows. Ikuti langkah berikut:

1. Gunakan Wine terbaru yang diperoleh langsung dari situsnya (saat ini ditulis, saya menggunakan Wine versi 1.0-rc1). Di sini Anda bisa memilih cara instalasi sesuai distro yang Anda pakai.

2. Lakukan instalasi MS-Office2003 seperti yang biasa dilakukan di Windows, yaitu klik SETUP.EXE, lalu next..next, dst.

Setelah proses instalasi selesai (silahkan juga baca di sini), coba jalankan MS-Office2003. Bisa bukan?

Anda dapat melihat aplikasi lain yang saat ini sudah bisa berjalan dengan baik di Wine, yaitu di situs Wine’s list applications atau di Frank’s Corner.

Memang, Anda dapat melakukan apa saja di dunia open source!

syukuran hari lahir nya izza

Izza berulang tahun dan dirayakan bersama dg om/mbak/bapak/ibu/teman sperjuangan nya di resto.. Barakallah yaa,

dedsatria

Kadang kala setelah kehilangan orang yang kita cintai ada saja perasaan yang menghinggapi. Bayang-bayang masa lalu, kebersamaan dalam melukis kebahagiaan membuat kerinduan itu datang kembali tanpa tak tahu harus berbuat apa. Takdir dan kuasa Tuhan tak dapat ditolak. Maka kesadaran dengan cobaan yang diberikan Tuhan menjadikan kita hamba yang bertawakal dan istiqamah akan perjuangan hidup [...]

Kayu Haram

<p><a href="http://feeds.feedburner.com/~a/andilancok?a=jAjv5E"><img src="http://feeds.feedburner.com/~a/andilancok?i=jAjv5E" border="0"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/andilancok/~4/289504137" height="1" width="1"/>

Berbicara Aku Sahabat

Suatu hari ketika sedih itu datang, hati membisikkan kalimat ini padaku: “Jika hidup adalah kumpulan airmata, maka biarkan ia jadi danau dan pahala dalam hatimu…” ( Windri Septi Januarini ) Rehat sejenak, ternyata aku memiliki teman-teman yang peduli padaku. Ternyata aku tak sesepi yang kuduga. Aku masih memiliki sahabat. Untuk urusan dunia, aku memiliki R.A Dyah Hapsari Rahmaningtyas atau lebih sering dikenal [...]

T. Tjhik H. M. Djohan Alamsjah gave all of his efforts to improve education in Nanggroe Peusangan

Descendants of Ampon Syik Peusangan Episod 7 TERUS MELANGKAH  MENCERDASKAN RAKYATNYA       Kita kembali lagi kekisah Peusangan. Dan sekarang terlihatlah seluruh kerabat uleebalang Peusangan merasa nyaman dalam arus ilmu pengetahuan Belanda. Maka, Teuku Tjhik Muhammad Djohan Alamsjah tidak mendapat tantangan lagi dari dalam keluarganya sendiri dan kerabat uleebalang Peusangan. Dengan langkah yang ringan, tanpa membuang waktu Teuku Tjhik Muhammad [...]

aulia87


Siapa yang tidak ingat dengan peristiwa 12 Mei 1998, sepuluh tahun yang lalu telah menjadi saksi pergerakan mahasiswa nasional bagi bangsa Indonesia. Saya sendiri pun tidak begitu mengerti dengan masa itu, disaat rezim yang begitu “kejamnya” bangsa ini bisa dilumpuhkan oleh mereka-mereka pahlawan muda yang berstatus mahasiswa.

Mereka sering disebut sebagai aktivis bahkan orang yang nomor satu yang begitu peduli dengan nasib rakyat dibandingkan para wakil rakyat di gedung senayan, ketika rakyat diguncang dengan isu dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak “pilih kasih”, aksi turun jalan menjadi pilihan untuk bersuara demi kata hati rakyat. Banyak referensi yang mungkin anda bisa membacanya diberbagai sumber-sumber yang teruji dengan kevalidasiannya.

Saya disini menulis bukan untuk mengangkat sisi cerita Mei sepuluh tahun yang lalu, melainkan sebatas pandangan orang biasa yang tidak pernah turun ke jalan sejak menjadi seorang mahasiswa. Bukan berarti hidup tanpa melihat penderitaan rakyat, karena kita sendiri sebagai mahasiswa juga layaknya rakyat biasa yang selalu dekat dengan rasa “penderitaan”, dimana setiap peraturan yang ada selalu ada rasa tidak nyaman dan tertekan pasti kebangkitan untuk bersuara itu pasti ada.

Sekarang ini bertepatan dengan bulan Mei, tepatnya kemarin (12/5) di hampir seluruh pelosok tanah air. Media cetak dan elektronik penuh dengan berita aksi para mahasiswa dengan menentang atas kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak bisa mensejahterakan rakyat.

Momen yang sangat pas memang saat dimana pergerakan sepuluh tahun yang lalu kini dibangkitkan lagi. Memang isu seputar menurunnya jiwa aktivis yang ada sekarang pada mahasiswa telah sangat terlihat, dimana rasa kekompakan yang gampangnya kita lihat kian hari menyusut.

Fakta ini sebenarnya bukan opini pribadi saya saja tentunya, banyak mereka-mereka mantan aktivis ‘98 yang mengemukan hal demikian. Bahkan para aktivis jaman jebolan sebelum era reformasi pun bisa menilainya sendiri. Senin kemarin mungkin menjadi aksi yang menambah rentetan makna bersejarah selama pemerintahan SBY-JK. Bukan hal biasa memang bila BBM terus naik tanpa ada kata sekali pun untuk turun kecuali kata-kata (alm) Harry Roesli yang dulu pernah dimuat harian kompas tujuh tahun yang lalu.

Walaupun judul kolom pada kompas tersebut hanya akal-akalan HR saja ternyata penuh dengan pesan-pesan yang memojokkan pemerintah pada saat itu. Apakah pemerintah saat ini sama seperti itu?, kenyataan di lapangan anda bisa melihatnya. Ada beberapa ucapan yang saya lihat dari tulisan HR memang masih sangat indah bersemi dan bercokol pada pemerintahan kita saat ini pada judul Harga BBM Turun (2), HR menulis;

“Nah kalau di Republik Beling bensin naik? Oh, itu bukan kiamat! Itu kan kata iklan sekedar menyesuaikan dengan harga bensin di Singapura! Tarif telepon naik? Itu sama sekali bukan kiamat! Itu kan sekedar perangsang supaya orang lebih sering kungjung-mengunjungi, tidak bicara lewat telepon! Tarif listrik naik? Masak ini disebut kiamat? Ini kan untuk mensubsidi para petinggi supaya lebih giat bekerja! Harga beras naik? Bodoh!! Ini bukan kiamat dong! Ini adalah untuk mengsosialisasikan program diet karbohidrat, sehat itu! Masa sehat disebut kiamat? Ingat! Mudah lho mendapatkan “kiamat” dari rakyat.”

Sepuluh tahun reformasi telah berlalu, dulu dan sekarang jauh berbeda. Terlebih masa pemerintahan yang kini saatnya “Indonesia Bersatu”, jauh sebelumnya rakyat telah hidup mati dalam kemiskinan, kemelaratan bahkan menjadi korban kebijakan dari moneter jadul. Selamat berjuang wahai para mahasiswa, raih dan gapai kembali supremasi kedaulatan bersuara dan selalu waspadai pihak-pihak “serigala yang berbulu domba”.

Kisah ayam ras yang tegar hingga akhir..

Pagi ini, entah mengapa ada garis awan yang melintas di bulan yang hampir hilang dan sudah memerah. Seekor ayam ras yang belum masuk ke kandangnya dari malam tadi, memiliki perasaan yang sedikit kalut, rindu dan terus terang sangat sulit ia definisikan. Ayam ras putih, ini adalah milik salah satu peternak ...

Menghargai Perbedaan Pendapat

Suatu kejadian perbedaan pendapat dengan rekan kerja yang terjadi telah membuat saya berfikir untuk dapat berintropeksi diri dari kesalahan, keangkuhan dan sedikit ego diri.
Terkadang kita sebagai manusia merasa kita yang paling benar, dan kita mungkin pernah meremehkan pendapat, atau saran dari orang lian. Kerap ketika kita mengedepankan keangkuhan pribadi dalam menerima pendapat dan kritik, dan kita meremehkan orang lain.

(more…)